Babywalker – Mothercare Walking Assistance


“Baby walker menjadikan bayi lebih tinggi, yang memungkinkan bayi mencapai barang-barang yang letaknya tinggi Baby walker juga membuat bayi lebih mudah bergerak. Bayi dapat bergerak sepanjang ruangan dan dapat meraih benda-benda yang berbahaya, katakanlah pisau di atas meja atau kabel listrik di dinding atau bahkan jatuh dari tangga.

Sewaktu berada di baby walker, bayi menghadapi risiko:

luka kepala/otak
patah tulang
luka bakar

Luka-luka bisa terjadi sewaktu:

Baby walker jatuh turun tangga
Baby walker terjungkil pada permukaan yang tidak rata
bayi dapat mencapai alat penghangat atau tempat api
bayi dapat mencapai lemari/laci yang berisi produk pencucian
bayi dapat mencapai minuman panas, ceret mendidih, seterika
bayi dapat mencapai ember atau baskom air”
“Apakah baby walker membantu bayi agar lebih cepat berjalan ?

Tidak Baby walker tidak menolong bayi untuk berjalan lebih cepat daripada bayi yang tidak memakai walker. Baby Walker justru mengurangi keinginan anak untuk berjalan, karena adanya alternatif yang lebih mudah, yaitu berkelana dengan Baby Walker tersebut. Baby Walker juga menguatkan otot yang salah. Kedua tungkai bawah memang diperkuat, tetapi tungkai atas (paha) dan pinggul tetap tidak terlatih. Padahal tungkai atas dan pinggul sangat penting untuk berjalan. Jadi pemakaian Baby Walker tidak bermanfaat untuk melatih anak berjalan.

Selain itu baby walker juga mengakibatkan bayi tidak dapat melihat kaki dan anak kakinya. Bayi tidak mempelajari cara untuk mengimbangkan tubuh. Bayi-bayi itu sering berdiri dengan ujung jari kaki, yang mungkin mengakibatkan otat yang tegang dan mengajar bayi untuk berjalan pada ujung jari kaki.”
“Manfaat belajar berdiri dan berjalan tanpa baby walker

Bayi belajar duduk dan belajar bergerak antara duduk dan merangkak.

. Bayi dapat menjelajah lingkungannya dengan aman.

. Bayi belajar bergerak dari duduk ke melutut pada kotak mainan atau kursi.

. Dari melutut, bayi belajar menarik diri untuk berdiri.

. Berdiri di kursi atau meja kopi menguatkan otot yang diperlukan untuk berjalan.

. Bayi mempelajari keseimbangan dengan jatuh dan berdiri kembali dan melangkah keliling perabot.

. Bayi dapat melihat kakinya. Penglihatan adalah penting dalam belajar bergerak.

Karena itu sebaiknya baby walker dilarang digunakan pada bayi-bayi yang baru belajar berjalan dan kalaupun terpaksa digunakan harus mendapat pengawasan yang ketat dari orang tua. Semua orang tua memerlukan waktu untuk membiarkan bayi bermain sejenak sewaktu melakukan tugas rumah. Inilah sebabnya baby walker sering digunakan.”
Baby walker merupakan peralatan bayi yang dilengkapi empat roda dan tempat duduk dengan dua lubang untuk kaki Kebanyakan orangtua memakaikan baby walker ke bayinya dengan harapan bisa mempercepat perkembangan motorik kasarnya sehingga bayi lebih cepat berjalan. Baby walker sering dianggap sebagai alat bantu bayi belajar berjalan. Selain itu, dengan baby walker, orangtua bisa mengalihkan perhatian bayi sejenak, bayi bisa bermain dan berjelajah sendiri selama orangtua menyelesaikan pekerjaannya. Namun, baby walker bukanlah penjaga bayi. Penggunaan baby walker untuk bayi di usia , , bulan atau lebih sebelum bayi siap berjalan bisa berbahaya.
“Manfaat baby walker

Ada beberapa manfaat baby walker untuk bayi yang sering menjadi alasan orangtua memakaikan baby walker pada bayinya, di antaranya: membantu bayi bergerak kesana kemari, mengalihkan perhatian bayi, dan menenangkan bayi yang bosan bermain hanya di lantai

Apakah baby walker membantu bayi lebih cepat berjalan ?

Baby walker merupakan alat yang bisa digunakan oleh bayi yang belum bisa berjalan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Baby walker bukan alat bantu bayi belajar berjalan dan tidak membuat bayi lebih cepat berjalan, baby walker hanya mempermudah bayi untuk berjalan dan bergeser kesana kemari. Bahkan, baby walker merupakan salah satu penyebab anak lambat berjalan. Di dalam baby walker, kaki bayi biasanya agak menggantung dan hanya sedikit menyentuh lantai, bayi tidak perlu menjejakkan kakinya untuk berjalan, cukup dengan mengayun dan alatnya akan membantu bayi bergerak. Hal ini membuat bayi jadi malas dan tidak termotivasi belajar berjalan dengan kedua kakinya sendiri karena dengan baby walkernya Ia sudah bisa bereksplorasi tanpa perlu bersusah payah.”
“Lebih lanjut, berjalan dengan baby walker hanya akan memperkuat kedua tungkai bawah, sedangkan kekuatan tungkai atas (paha) dan pinggul yang sangat dibutuhkan untuk berjalan menjadi tidak terlatih Di samping itu, penggunaan baby walker untuk bayi juga membuatnya tidak bisa melihat kakinya, tidak belajar cara menyeimbangkan tubuh dan berjalan dengan cara yang salah (ditopang ujung jari kakinya bukan dengan telapak kakinya). Karenanya, daripada memakaikan baby walker, lebih baik berikan mainan dorong dengan penopang atau kursi plastik kecil untuk didorong-dorong oleh bayi Anda yang sedang belajar berjalan.

Bahaya pemakaian baby walker pada bayi usia dini

Dengan baby walker, bayi menjadi lebih tinggi dan lebih mudah bergerak. Namun, bayi bergerak bukan dengan berjalan tapi dengan cara mendorong dari jari kaki sambil bersandar pada keliling baby walker, sehingga bayi yang belum bisa mengontrol gerakan dan kecepatannya akan mudah sekali celaka. Bayi akan bergerak lebih jauh ke area yang tidak aman baginya dan mencoba meraih benda di tempat tinggi yang mungkin berbahaya, seperti pisau, kabel listrik, kompor, minuman panas, benda berbahan kaca, dll. Bahaya baby walker lainnya termasuk terjungkal pada permukaan yang tidak rata, terjepit jarinya, jatuh ke kolam ataupun jatuh dari tangga.”
“Selain itu, kelainan fisik pada anak seperti dada datar, paru-paru terhambat, perubahan bentuk tulang punggung, dan cacat kaki seringkali diakibatkan penggunaan baby walker untuk bayi Hal ini dikarenakan tulang pada bayi masih lunak dan lentur, dan jika dipakaikan alat-alat bantu tersebut agar bisa menopang berat tubuhnya pada usia terlalu dini, akibatnya akan seperti sebatang tongkat elastis yang tertekuk oleh beban, menjadi melengkung dan berubah bentuk.

Kelainan fisik tersebut memang masih mungkin diperbaiki jika diketahui sejak dini, bahkan setelah lekukan nyata sudah terjadi, namun kerusakan telah terjadi. Pengobatannya meliputi penggunaan alat-alat yang akan membantu memperkuat kerangka dan meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan, dan menghindari penyebab awal kelainan fisik tersebut dengan tidak mengijinkan anak untuk menggunakan kakinya untuk berjalan untuk sementara waktu. Sesudah beberapa bulan, tungkai kakinya akan kembali normal, tulangnya dan ototnya menjadi kuat dan bayi mungkin sudah bisa diijinkan untuk berdiri dengan kakinya tanpa resiko terjadi cacat yang sama kembali.”
“Memang ada manfaat menggunakan baby walker untuk bayi, namun dengan semua efek negatif dan bahaya penggunaan baby walker untuk bayi terutama pada bayi yang masih kecil, pemakaian baby walker sebaiknya dihindari Sebaliknya, latihlah anak belajar berdiri dan berjalan dengan alami, dengan berpegangan pada benda disekitarnya.

Macam-macam baby walker

Karena besarnya permintaan, muncullah alternatif serupa baby walker yang diklaim lebih aman, seperti baby walker tanpa roda (exersaucer) yang memungkinkan bayi untuk berdiri, berputar ataupun berjingkak dengan lebih aman. Juga ada produsen yang memodifikasi ukuran baby walker hingga melebihi ukuran standar, dengan harapan mengurangi angka kecelakaan. Namun, inovasi berbagai macam baby walker ini belum terbukti menurunkan jumlah kecelakaan pada bayi. Jadi, pertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk menggunakan baby walker.”

Babywalker - Mothercare Walking Assistance

Deskripsi Produk Babywalker Murah Babywalker – Mothercare Walking Assistance

Deskripsi

Si kecil sudah mulai merangkak? Yuk siap-siap bentar lagi dia akan mulai berdiri dan belajar melangkah.

Sudah saatnya memiliki MoonWalk ini supaya bunda nya gak usah repot bungkuk-bungkuk pegangin si kecil belajar titah.

Bahan 100% cotton, mudah dicuci

Utk 9bl+, Volume 1kg

Babywalker murah Manfaat belajar berdiri dan berjalan tanpa baby walker

Bayi belajar menjelajahi lingkungannya secara alami setahap demi setahap. Bayi mulai dengan belajar duduk dulu, lalu merangkak, menarik diri untuk berdiri, melangkah sambil berpegangan hingga berjalan dengan lancar. Tanpa baby walker, bayi akan lebih bebas berguling, duduk, berdiri, bergerak mengambil sesuatu, dan bermain di lantai. Semua gerakan tersebut merupakan latihan dasar untuk berjalan, yang akan menguatkan otot yang diperlukan untuk berjalan dengan baik dan membantu bayi belajar menyeimbangkan diri dalam prosesnya. Bayi juga bisa melihat kakinya tanpa tertutup oleh baby walker yang merupakan hal penting dalam belajar bergerak. Kesimpulan

Orangtua mungkin begitu senang dengan usaha awal si kecil untuk berjalan, sehingga berusaha untuk menyemangati dan memperpanjang usaha berjalannya dengan memakaikan baby walker pada bayi, tanpa mempertimbangkan kerusakan yang bisa diakibatkan olehnya. Akibatnya banyak orangtua yang harus berduka atas cacat fisik pada anaknya yang disebabkan oleh mereka sendiri. Karena itu penggunaan baby walker untuk bayi tidak disarankan terutama pada bayi yang baru bisa duduk tegak dan belajar berjalan. Biarkan bayi bermain di lantai karena jauh lebih aman daripada duduk dalam baby walker. Jika terpaksa menggunakannya orangtua harus mengawasinya dengan ketat dan hindari penggunaan untuk waktu lama dalam satu waktu. Selain itu, kelainan fisik pada anak seperti dada datar, paru-paru terhambat, perubahan bentuk tulang punggung, dan cacat kaki seringkali diakibatkan penggunaan baby walker untuk bayi. Hal ini dikarenakan tulang pada bayi masih lunak dan lentur, dan jika dipakaikan alat-alat bantu tersebut agar bisa menopang berat tubuhnya pada usia terlalu dini, akibatnya akan seperti sebatang tongkat elastis yang tertekuk oleh beban, menjadi melengkung dan berubah bentuk.

Kelainan fisik tersebut memang masih mungkin diperbaiki jika diketahui sejak dini, bahkan setelah lekukan nyata sudah terjadi, namun kerusakan telah terjadi. Pengobatannya meliputi penggunaan alat-alat yang akan membantu memperkuat kerangka dan meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan, dan menghindari penyebab awal kelainan fisik tersebut dengan tidak mengijinkan anak untuk menggunakan kakinya untuk berjalan untuk sementara waktu. Sesudah beberapa bulan, tungkai kakinya akan kembali normal, tulangnya dan ototnya menjadi kuat dan bayi mungkin sudah bisa diijinkan untuk berdiri dengan kakinya tanpa resiko terjadi cacat yang sama kembali. Memang ada manfaat menggunakan baby walker untuk bayi, namun dengan semua efek negatif dan bahaya penggunaan baby walker untuk bayi terutama pada bayi yang masih kecil, pemakaian baby walker sebaiknya dihindari. Sebaliknya, latihlah anak belajar berdiri dan berjalan dengan alami, dengan berpegangan pada benda disekitarnya.

Macam-macam baby walker

Karena besarnya permintaan, muncullah alternatif serupa baby walker yang diklaim lebih aman, seperti baby walker tanpa roda (exersaucer) yang memungkinkan bayi untuk berdiri, berputar ataupun berjingkak dengan lebih aman. Juga ada produsen yang memodifikasi ukuran baby walker hingga melebihi ukuran standar, dengan harapan mengurangi angka kecelakaan. Namun, inovasi berbagai macam baby walker ini belum terbukti menurunkan jumlah kecelakaan pada bayi. Jadi, pertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk menggunakan baby walker.Jenis Alat Bantu Jalan Bayi

Berikut ini merupakan model alat bantu jalan bayi atau baby walker yang perlu kita ketahui sebelum memutuskan untuk membeli.
. Sit-In Baby Walker

alat bantu jalan bayi yaitu dengan sit in baby walker

Alat bantu jalan bayi satu ini nampaknya sudah cukup umum dikenal masyarakat. Penggunannya pun relatif mudah. Kita hanya perlu menempatkan bayi dalam posisi duduk ke arah dalam baby walker lantas biarkan bayi belajar bergerak dengan bantuan beberapa roda di bawahnya.

Namun perlu diketahui oleh orang tua, bahwa baby walker tipe ini tak sepenuhnya melatih otot-otot bayi untuk belajar berjalan karena kaki mereka tidak sepenuhnya menapak pada lantai. Selain itu, penggunaan alat bantu jalan bayi tipe ini tidak membuat buah hati belajar untuk menyeimbangkan dirinya sendiri karena ia berada dalam posisi duduk. Tips Memilih Baby Walker

Pertama, kenyamanan adalah hal utama. Perhatikan bahwa baby walker yang akan dibeli memiliki tinggi yang sama dengan tinggi tubuh anak, setidaknya pada bagian pegangan. Hal ini akan mendukung penggunaan sehingga anak tidak membungkuk atau merasa susah menggapainya ketika akan menggunakan. Selain itu, pastikan juga bahwa alat bantu jalan bayi yang dipilih dirakit dari bahan-bahan yang aman dari sisi komposisi bahan hingga kekuatannya. Jangan sampai baby walker yang Anda beli ternyata mudah jatuh dan menyebabkan kecelakaan pada si kecil. Sebagai opsi tambahan, Anda bisa memilih baby walker dengan tambahan permainan yang menyenangkan dan menarik perhatian anak atau bayi untuk menggunakannya.

Sebagai tambahan, setelah Anda mendapatkannya dan mulai untuk mengajari buah hati dalam berjalan, orang tua tidak meninggalkan anak untuk mengeksplorasinya sendiri. Kenalkan secara perlahan, berada di sisi mereka selama mereka mengenal dan belajar menggunakannya hingga mampu berjalan tanpa bantuan alat. Selain itu, usahakan untuk segera tanggap ketika terjadi kecelakaan seperti jatuh. Alat bantu jalan bayi – Sebagai orang tua, pastinya kita menginginkan yang terbaik bagi buah hati. Termasuk ketika buah hati kita menginjak usia di mana ia sedang belajar untuk berjalan.

Tentu saja menjadi momen yang langka dan harus mendapat dukungan dari orang tua agar anak bisa belajar sekaligus mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Baby walker atau alat bantu jalan bayi merupakan salah satu perangkat yang membantu si kecil dalam belajar.

Lalu perlukah alat bantu jalan bayi atau baby walker? Perlu tidak perlu, sebenarnya tergantung setiap orang tua. Bagi mereka yang memiliki waktu senggang, terlibat langsung dalam masa belajar buah hati dalam berjalan menjadi pilihan yang tepat. Akan tetapi, bagi orang tua yang cukup disibukkan dengan rutinitas bekerja, baby walker bisa jadi pilihan praktis. Push Baby Walker

alat bantu jalan push baby walker

Tipe alat bantu jalan bayi satu ini lebih disarankan dibandingkan tipe sit-in. Mengapa? Tipe push baby walker ini akan merangsang buah hati dalam belajar berjalan dengan memberdayakan otot kaki hingga punggung mereka. Anak akan belajar dalam menyeimbangkan dirinya sendiri. Bisa dikatakan, tipe push baby walker ini meng-cover kekurangan yang ada pada baby walker tipe sebelumnya. Dikarenakan tipe alat bantu jalan bayi satu ini tidak terdapat pengaman di sekitarnya seperti yang ada pada tipe sit-in baby walker, orang tua perlu sedikit terlibat dalam pengenalan produk dan pengawasan terhadap anak. Setidaknya, hingga sang anak lebih stabil dalam berdiri, orang tua tidak membiarkan mereka seratus persen belajar sendiri.

Itu tadi macam-macam alat bantu jalan bayi yang bisa kita pilih. Apabila Anda berminat memiliki perangkat yang satu ini, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal sebelum membeli. Karena tujuannya untuk membantu buah hati, sebaiknya orang tua tidak melupakan beberapa hal penting ini sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli alat bantu jalan bayi atau baby walker.

Babywalker – Mothercare Walking Assistance

Beberapa jenis perlengkapan bayi dan peralatan bayi lainnya antara lain Babywalker – Mothercare Walking Assistance

Advertisements

Posted on October 5,, in Baby Walker and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Yg ini wrn yg ada apa aja? Wrn merah maroon ada? Thx

  2. ongkir sby brp?……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s